Dzulqadah, Bulan Ini, Sekitar 14 Abad Lalu – Perjanjian Hudaibiyah

Tepat di bulan ini, tahun 6 Hijriah, Rasulullah ﷺ dan 1.400 sahabat berangkat dari Madinah menuju Makkah. Membawa hewan sembelihan. Berihram. Untuk melaksanakan umrah, bukan perang.

Namun sesampainya di Hudaibiyah, kafir Quraisy menghadang kaum Muslimin dan melarang untuk masuk.
Perundingan panjang terjadi. Lahirlah perjanjian yang terasa berat bagi kaum Muslimin (Perjanjian Hudaibiyah), salah satunya ialah: harus pulang tahun ini, dan umrah ditunda tahun depan.

Salah satu sahabat Nabi yang merasa sangat berat akan hal ini ialah sahabat Umar radhiyallahu ’anhu, sampai mendatangi Abu Bakar radhiyallahu ’anhu dengan dada yang sesak. “Bukankah kita di atas kebenaran? Mengapa kita harus menerima ini?” Abu Bakar menjawab, “Ikutilah Rasulullah ﷺ.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Kaum Muslimin pun pulang. Tanpa bisa melampiaskan kerinduan beratnya terhadap Makkah untuk ibadah.

Lalu turun ayat:
إِنَّا فَتَحْنَا لَكَ فَتْحًا مُّبِينًا
“Sesungguhnya Kami telah membukakan bagimu kemenangan yang nyata.”
(QS. Al-Fath: 1)

Tepat sekitar dua tahun kemudian, tahun 8 Hijriah, Makkah takluk tanpa perang (Fathu Makkah). Imam Az-Zuhri mencatat: “Tidak ada kemenangan dalam Islam yang lebih besar dari Hudaibiyah.”

Sahabat, yang hari itu terasa sebagai kekalahan, keberatan, dan dianggap sangat tidak adil, nyatanya hal tersebut Allah catat sebagai sebab pembuka kemenangan terbesar.

(Sumber: Kitab Fiqhus Sirah)

✒️ Madarif Institute

Untuk mendukung dakwah Madarif Institute silahkan berikan infaq terbaik melalui rekening: 7314673349 (BSI) a.n YYS MADARIF INSPIRASI INDONESIA

🎥 Youtube: Madarif Institute
📷 Instagram: @madarifinstitute
🌐 Web: madarifinstitute.org