22 April 2026 – Krisis bahan bakar yang melanda Jalur Gaza memaksa perubahan besar dalam kehidupan masyarakat. Terhentinya aktivitas kendaraan bermotor membuat sepeda kini menjadi sarana transportasi utama, sekaligus penopang aktivitas ekonomi sehari-hari.
Warga Gaza menyebut sepeda sebagai pilihan paling realistis di tengah kondisi yang serba terbatas. Hampir semua kalangan menggunakannya, dari anak-anak hingga orang dewasa, untuk berpindah tempat di dalam wilayah yang infrastrukturnya juga mengalami kerusakan parah.
Namun di balik meningkatnya penggunaan sepeda, muncul persoalan baru. Para montir menghadapi kesulitan akibat langkanya suku cadang dan melonjaknya harga. Komponen penting seperti rantai dan pedal menjadi sulit ditemukan, sementara biaya perbaikan meningkat drastis. Kondisi ini memaksa sebagian montir menggunakan bahan sederhana sebagai pengganti agar sepeda tetap bisa digunakan.
Peran sepeda juga meluas menjadi alat kerja. Banyak warga, terutama anak muda, beralih ke layanan pengantaran barang untuk memenuhi kebutuhan hidup. Minimnya kendaraan bermotor membuat jasa ini semakin dibutuhkan, meski harus dijalankan dalam kondisi jalan yang rusak dan risiko keamanan yang tinggi.
Seorang pekerja pengantaran mengaku tetap bekerja meski sadar akan bahaya di lapangan. Ia menyebut kebutuhan ekonomi menjadi alasan utama untuk terus bertahan.
Di tengah tekanan ekonomi dan situasi yang tidak menentu, sepeda kini tidak lagi sekadar alat transportasi, tetapi menjadi bagian penting dari upaya masyarakat Gaza untuk bertahan hidup.
✒️ Madarif Institute. – Al Jazeera.
🎥 Youtube: Madarif Institute
📸 Instagram: @madarifinstitute
🌐 Web: madarifinstitute.org
Dukung dakwah dan karya Madarif Institute:
BSI 7314673349 a.n YYS MADARIF INSPIRASI INDONESIA
