Memperbaiki Hati adalah Awal dari Perbaikan Diri
قال الحارث المحاسبي رحمه الله: مَنْ صَحَّحَ بَاطِنَهُ بِالْمُرَاقَبَةِ وَالْإِخْلَاصِ، زَيَّنَ اللَّهُ ظَاهِرَهُ بِالْمُجَاهَدَةِ وَاتِّبَاعِ السُّنَّةِ. Al-Harits Al-Muhasibi رحمه الله berkata: “Barang siapa memperbaiki batinnya dengan selalu merasa diawasi oleh Allah (muraqabah) dan memurnikan niatnya (ikhlas), niscaya Allah akan menghiasi lahiriahnya dengan kesungguhan dalam beramal (mujahadah) dan mengikuti sunnah Nabi ﷺ.” PENJELASAN Al-Harith al-Muhasibi رحمه…
BULAN SAFAR DALAM TIMBANGAN AL-QUR'AN DAN HADITS; Menepis Mitos Kesialan, Menguatkan Tauhid
Di tengah masyarakat masih berkembang anggapan bahwa bulan Safar adalah bulan kesialan, bulan penuh musibah, sehingga sebagian orang merasa takut melakukan perjalanan, menikah, membuka usaha, bahkan melakukan berbagai ritual untuk menolak bala. Pertanyaannya, benarkah keyakinan tersebut berasal dari ajaran Islam? Asal Usul Nama Safar Para ulama menjelaskan bahwa nama Safar telah dikenal sejak zaman Arab…
Rasulullah ﷺ sebagai Ayah
Rasulullah ﷺ adalah teladan terbaik dalam mendidik anak dengan kelembutan dan kasih sayang. Beliau tidak hanya mengajarkan adab dengan kata-kata, tetapi juga mencontohkannya dengan perbuatan. Dari Umar bin Abi Salamah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata:“Ketika aku masih kecil dalam asuhan Rasulullah ﷺ, tanganku bergerak ke sana kemari di atas nampan. Maka beliau bersabda:‘Wahai anak kecil, sebutlah…
Buah Favorit Rasulullah ﷺ
Dalam Al-Qur’an, Allah menyebutkan tentang buah-buahan surga : فِيهِمَا فَاكِهَةٌ وَنَخْلٌ وَرُمَّانٌ“Di dalam keduanya terdapat buah-buahan, kurma, dan delima.” (QS. Ar-Rahman: 68) Adapun dalam kehidupan sehari-hari, terdapat beberapa riwayat yang menunjukkan kebiasaan Rasulullah ﷺ dalam mengonsumsi buah. Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari, Muslim, Tirmidzi, dan lainnya, disebutkan bahwa Rasulullah ﷺ biasa mengonsumsi mentimun…
Ketika Shalat Rawatib Terlewat, Apakah Masih Bisa Diqadha?
Setelah memahami keutamaan shalat rawatib, muncul pertanyaan berikutnya: bagaimana apabila shalat sunnah qabliyah atau ba’diyah terlewat karena kesibukan, terlambat datang ke masjid, rapat yang belum selesai, perjalanan, atau sebab lainnya? Apakah kesempatan mengerjakannya telah hilang, atau masih dapat diganti pada waktu lain? Dalam mazhab Syafi‘i, shalat sunnah yang memiliki waktu tertentu, termasuk shalat rawatib, disunnahkan…
Jangan Biarkan Waktu Berlalu
لَا تَمُرُّ بِهِ سَاعَةٌ لَمْ يَذْكُرِ اللَّهَ تَعَالَى فِيهَا، إِلَّا تَقَطَّعَتْ نَفْسُهُ عَلَيْهَا حَسَرَاتٍ، فَكَيْفَ إِذَا مَرَّتْ بِهِ سَاعَةٌ مَعَ سَاعَةٍ، وَيَوْمٌ مَعَ يَوْمٍ، وَلَيْلَةٌ مَعَ لَيْلَةٍ؟ Artinya: Imam Al-Auza’i رحمه الله berkata: “Tidaklah (seorang mukmin) berlalu satu jam tanpa ia mengingat Allah, melainkan jiwanya akan dipenuhi penyesalan atas waktu yang telah terlewat itu. Lalu…
Memperbaiki Hati adalah Awal dari Perbaikan Diri
BULAN SAFAR DALAM TIMBANGAN AL-QUR’AN DAN HADITS; Menepis Mitos Kesialan, Menguatkan Tauhid
Rasulullah ﷺ sebagai Ayah
Buah Favorit Rasulullah ﷺ
Ketika Shalat Rawatib Terlewat, Apakah Masih Bisa Diqadha?
- 1
- 2
Live Videos
Memuat video live yang akan datang…
