Abdullah bin Mas‘ud رضي الله عنه
إِنَّا قَدْ نُهِينَا عَنِ التَّجَسُّسِ، وَلَكِنْ إِنْ يَظْهَرْ لَنَا شَيْءٌ نَأْخُذْ بِهِ.
Artinya:
“Sesungguhnya kita telah dilarang melakukan tajassus. Akan tetapi, apabila sesuatu tampak jelas bagi kita, barulah kita mengambil tindakan berdasarkan hal tersebut.”
PENJELASAN
Islam mengajarkan kepada kita untuk menghormati perkara-perkara yang tersembunyi dari kehidupan orang lain. Tidak semua hal yang dapat kita ketahui boleh kita cari tahu. Tidak semua rahasia yang bisa kita ungkap harus kita buka.
Inilah yang disebut tajassus, yaitu mencari-cari perkara tersembunyi dan aib orang lain.
Seorang mukmin tidak seharusnya sibuk mengintai kehidupan orang lain, menyadap percakapannya, atau mencari-cari kesalahan yang sengaja disembunyikan. Sebab, kehormatan dan privasi seseorang merupakan perkara yang harus dihormati.
Namun, perkataan Ibnu Mas‘ud ini juga mengajarkan batas yang penting. Apabila suatu kemungkaran atau pelanggaran telah tampak dengan jelas, maka perkara tersebut dapat ditindaklanjuti sesuai ketentuan yang berlaku. Artinya, Islam tidak melarang penegakan hukum, tetapi melarang tindakan mencari-cari kesalahan tanpa hak.
Allah ﷻ berfirman:
وَلَا تَجَسَّسُوا
“Dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain.” (QS. Al-Hujurat: 12)
Pesan ini sangat relevan dengan persoalan penyadapan dan pelanggaran privasi yang belakangan menjadi perhatian masyarakat. Keamanan dan penegakan hukum memang penting, tetapi keduanya tidak boleh dijadikan alasan untuk mengabaikan hak dan kehormatan manusia.
Kewenangan bukanlah izin untuk melakukan segala sesuatu. Setiap tindakan harus memiliki dasar yang benar dan dilakukan dengan cara yang dibenarkan.
Sebab, masyarakat yang baik bukanlah masyarakat yang setiap orangnya saling mengawasi dan mencurigai, melainkan masyarakat yang menjaga kehormatan sesama serta menegakkan keadilan dengan penuh tanggung jawab.
SEKILAS TENTANG ABDULLAH BIN MAS‘UD رضي الله عنه
Abdullah bin Mas‘ud bin Ghafil al-Hudzali رضي الله عنه adalah salah seorang sahabat utama Rasulullah ﷺ. Beliau termasuk orang-orang yang pertama kali memeluk Islam dan dikenal sangat dekat dengan Nabi ﷺ.
Beliau memiliki kedudukan istimewa dalam ilmu Al-Qur’an. Rasulullah ﷺ pernah memerintahkan kaum muslimin untuk mengambil bacaan Al-Qur’an dari empat orang, salah satunya adalah Abdullah bin Mas‘ud.
Beliau dikenal sebagai ahli ilmu, ahli ibadah, dan salah satu sahabat yang paling memahami Al-Qur’an serta sunnah Rasulullah ﷺ. Beliau wafat di Madinah sekitar tahun 32 H.
اللَّهُمَّ اسْتُرْ عَوْرَاتِنَا، وَآمِنْ رَوْعَاتِنَا، وَاحْفَظْنَا مِنَ التَّجَسُّسِ وَالظُّلْمِ.
“Ya Allah, tutupilah aib kami, tenteramkanlah ketakutan kami, dan jagalah kami dari tindakan memata-matai serta kezaliman.”
📖 Sumber: Abu Dawud, as-Sunan, no. 4890.
✒️ Madarif Institute
🎥 YouTube: Madarif Institute
📸 Instagram: @madarifinstitute
🌐 Web: madarifinstitute.org
Dukung dakwah dan karya Madarif Institute:
BSI 7314673349 a.n. YYS MADARIF INSPIRASI INDONESIA
