MENYELISIHI HAWA NAFSU

Abu Sulaiman ad-Darani رحمه الله

أَفْضَلُ الْأَعْمَالِ خِلَافُ هَوَى النَّفْسِ.

Artinya:

“Amalan yang paling utama adalah menyelisihi hawa nafsu.”

PENJELASAN

Tidak semua yang diinginkan oleh jiwa harus dituruti. Terkadang, sesuatu yang paling disukai justru menjadi pintu keburukan bagi seseorang. Sebaliknya, sesuatu yang terasa berat dan tidak disukai bisa jadi merupakan jalan menuju kebaikan.

Di sinilah pentingnya seorang mukmin melatih dirinya untuk tidak selalu mengikuti keinginan hawa nafsu.

Ketika rasa malas menghalangi kita untuk beribadah, kita melawannya dengan ketaatan. Ketika amarah mendorong kita untuk membalas keburukan, kita menahannya dengan kesabaran. Ketika keserakahan mengajak kita mengambil sesuatu yang bukan hak kita, kita menolaknya karena takut kepada Allah.

Allah Ta’ala berfirman:

وَأَمَّا مَنْ خَافَ مَقَامَ رَبِّهِ وَنَهَى النَّفْسَ عَنِ الْهَوَىٰ ۝ فَإِنَّ الْجَنَّةَ هِيَ الْمَأْوَىٰ

“Adapun orang yang takut akan kebesaran Tuhannya dan menahan diri dari keinginan hawa nafsunya, maka sungguh, surgalah tempat tinggalnya.” (QS. An-Nazi‘at: 40–41)

Menyelisihi hawa nafsu bukan berarti mengharamkan semua kesenangan atau menolak segala keinginan manusia. Islam tidak melarang seseorang menikmati perkara yang halal. Yang tercela adalah ketika keinginan menguasai dirinya hingga ia berani melanggar batas-batas Allah.

Maka, jangan selalu bertanya kepada diri sendiri, “Apa yang aku inginkan?” Namun, tanyakan pula, “Apakah yang aku inginkan ini diridai Allah?”

Sebab, keberhasilan seorang mukmin bukanlah ketika ia mampu mendapatkan semua yang diinginkannya, melainkan ketika ia mampu meninggalkan sesuatu yang diinginkannya demi mendapatkan keridaan Allah.

SEKILAS TENTANG ABU SULAIMAN AD-DARANI رحمه الله

Abu Sulaiman ad-Darani adalah seorang ulama dan ahli ibadah dari kalangan generasi awal Islam. Nama beliau adalah ‘Abdurrahman bin Ahmad ad-Darani. Beliau dikenal sebagai sosok yang sangat memperhatikan keikhlasan, penyucian jiwa, dan kesungguhan dalam beribadah.

Beliau berasal dari kawasan Daran, sebuah wilayah di sekitar Damaskus, Syam. Perkataan dan nasihatnya banyak dinukil oleh para ulama setelahnya, terutama dalam pembahasan tentang hati, keikhlasan, dan pengendalian hawa nafsu.

Beliau wafat sekitar tahun 215 H.

اللَّهُمَّ أَعِنَّا عَلَى ذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ.

“Ya Allah, bantulah kami untuk senantiasa mengingat-Mu, bersyukur kepada-Mu, dan beribadah dengan baik kepada-Mu.”

📖 Sumber: Adz-Dzahabi, Siyar A‘lam an-Nubala’, jilid 10, biografi Abu Sulaiman ad-Darani.
✒️ Madarif Institute
🎥 YouTube: Madarif Institute
📸 Instagram: @madarifinstitute
🌐 Web: madarifinstitute.org

Dukung dakwah dan karya Madarif Institute:
BSI 7314673349 a.n. YYS MADARIF INSPIRASI INDONESIA