قال الحسنُ البصريُّ رحمه الله:
أَمَا وَاللَّهِ، وَلَئِنْ وَطِئَتِ الرِّجَالُ أَعْقَابَهُمْ، إِنَّ ذُلَّ الْمَعَاصِي لَفِي قُلُوبِهِمْ، وَلَقَدْ أَبَى اللَّهُ أَنْ يَعْصِيَهُ عَبْدٌ إِلَّا أَذَلَّهُ.
Al-Hasan Al-Bashri رحمه الله berkata:
“Demi Allah, meskipun manusia memuliakan dan mengagungkan mereka, kehinaan akibat bermaksiat tetap ada di dalam hati mereka. Dan Allah tidak akan membiarkan seorang hamba bermaksiat kepada-Nya, kecuali pasti Dia akan menghinakannya.”
PENJELASAN
Hasan Al-Bashri رحمه الله (w. 110 H) adalah seorang tabi’in besar yang dikenal dengan kezuhudan, kedalaman ilmu, dan nasihatnya yang tajam. Ucapannya sederhana, tetapi mampu menyingkap keadaan hati manusia yang sering tidak disadari.
Beliau mengingatkan satu hal penting bahwa maksiat pasti membawa kehinaan.
Seseorang bisa saja terlihat mulia di hadapan manusia. Dihormati, dipuji, bahkan diikuti. Tapi jika ia bermaksiat kepada Allah, kehinaan itu tetap ada meski tidak terlihat. Letaknya di dalam hati.
Dan itu yang paling terasa.
Hati menjadi gelisah tanpa sebab yang jelas. Ibadah terasa berat. Hidup terasa sempit, meski secara lahiriah terlihat baik-baik saja. Inilah bekas dari maksiat yang tidak terlihat, tapi menghancurkan dari dalam.
Allah berfirman:
وَمَنْ أَعْرَضَ عَن ذِكْرِي فَإِنَّ لَهُ مَعِيشَةً ضَنْكًا
“Barang siapa berpaling dari peringatan-Ku, maka hidupnya akan terasa sempit.”
(QS. طه: 124)
Masalahnya, banyak orang tidak sadar. Ia sibuk memperbaiki citra, tapi membiarkan hatinya rusak. Ia mencari ketenangan ke mana-mana, padahal sumber kegelisahannya ada dalam dirinya sendiri.
Nasihat ini seperti cermin. Kenapa hati tidak tenang? Kenapa ibadah terasa berat? Kenapa hidup terasa sesak?
Mungkin bukan karena dunia terlalu keras.
Mungkin ada maksiat yang masih kita pelihara.
Sesuatu yang kita anggap kecil, tapi terus kita ulang.
Dan tanpa disadari, itulah yang menghilangkan kemuliaan kita di sisi Allah.
Kalau sampai di sini terasa dekat, mungkin ada yang perlu kita benahi.
Dan mungkin pembahasan tentang dosa yang sering diremehkan ini tidak cukup hanya dibaca.
InsyaAllah akan kita lanjutkan di kajian “Jangan Remehkan Dosa Kecil” di Markaz Dakwah Madarif, Sabtu pekan ini.
📚 Al Mawaidz
✒️ Madarif Institute
🎥 Youtube: Madarif Institute
📸 Instagram: @madarifinstitute
🌐 Web: madarifinstitute.org
Dukung dakwah dan karya Madarif Institute:
BSI 7314673349 a.n YYS MADARIF INSPIRASI INDONESIA
