Tidak Ada Kebaikan yang Sia-Sia

Hakim bin Hizam dikenal sebagai orang yang sangat mencintai kebaikan. Ia menyambung hubungan keluarga dan sering membantu orang-orang yang membutuhkan.
Di antara kebiasaannya, ia mengeluarkan hartanya untuk membekali para jamaah haji menuju Baitullah. Jika ada yang kehabisan bekal, ia yang menanggungnya. Bahkan, ia melakukan itu sebelum datangnya Islam (masa jahiliyah).

Waktu berlalu. Ia pun masuk Islam.

Suatu saat, ada satu hal yang mengganjal di dalam hatinya. Ia mengingat semua kebaikan yang pernah ia lakukan dahulu. Maka, datanglah sahabat Hakim رَضِيَ اللَّهُ عَنه kepada Rasulullah ﷺ untuk bertanya:

يَا رَسُولَ اللَّهِ، أَرَأَيْتَ أَشْيَاءَ كُنْتُ أَتَحَنَّثُ بِهَا فِي الْجَاهِلِيَّةِ، مِنْ صَدَقَةٍ أَوْ عِتْقٍ أَوْ صِلَةٍ، فَهَلْ لِي فِيهَا مِنْ أَجْرٍ؟
“Wahai Rasulullah, bagaimana menurutmu tentang amalan yang dahulu aku lakukan di masa jahiliyah? sedekah, memerdekakan budak, dan silaturahmi, apakah aku mendapatkan pahala darinya?”

Rasulullah ﷺ menjawab:

أَسْلَمْتَ عَلَى مَا أَسْلَفْتَ مِنْ خَيْرٍ
“Engkau masuk Islam di atas kebaikan yang telah engkau lakukan sebelumnya.”

Jawaban itulah yang membuat hati sahabat Hakim رَضِيَ اللَّهُ عَنه tenang. Kebaikan yang pernah ia lakukan tidak hilang. Tetap bernilai di sisi Allah, dan kebaikan yang telah ia lakukan itulah yang menuntunnya menuju hidayah cahaya Islam.

Sahabat, kebaikan yang tulus tidak akan hilang. Harta yang dikeluarkan, usaha, dan semua hal tidak akan pernah hilang dan sirna. Allah menjaga nilai kebaikan, bahkan sebelum seseorang sempurna dalam iman.

هَلْ جَزَاۤءُ الْاِحْسَانِ اِلَّا الْاِحْسَانُۚ
“Adakah balasan kebaikan selain kebaikan (pula)?”
(Q.S. Ar-Rahman: 60)

Sahabat, selalulah berbuat baik! bisa jadi manusia lupa, tetapi Allah tidak akan pernah lupa.

📚 Sumber: Suwar min Hayatis Shahabah, Sahih Bukhari 1436, Sahih Muslim 123b
✒️ Madarif Institute
🎥 Youtube: Madarif Institute
📸 Instagram: @madarifinstitute
🌐 Web: madarifinstitute.org

Dukung dakwah dan karya Madarif Institute:
BSI 7314673349 a.n YYS MADARIF INSPIRASI INDONESIA