07 April 2026 – Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben Gvir, kembali memasuki kompleks Masjid Al-Aqsa pada Senin, di tengah kebijakan penutupan yang telah berlangsung selama 38 hari bagi jamaah Muslim.
Menurut otoritas wakaf Islam di Yerusalem, ini merupakan kali ke-15 Ben Gvir memasuki kawasan tersebut sejak menjabat pada 2023. Ia dilaporkan masuk melalui Gerbang Al-Maghariba dan melintasi area halaman masjid dalam kondisi tanpa kehadiran jamaah.
Langkah ini menuai kecaman dari otoritas Palestina. Kementerian Wakaf dan Urusan Agama menilai tindakan tersebut sebagai pelanggaran serius terhadap kesucian tempat ibadah, terlebih dilakukan saat masjid masih ditutup bagi umat Muslim. Mereka menilai kebijakan ini mencerminkan pendekatan yang semakin keras terhadap situs-situs suci.
Dari pihak Hamas, pernyataan disampaikan oleh Abdul Rahman Shadid yang menyebut tindakan tersebut sebagai bagian dari upaya memperkuat kontrol atas Al-Aqsa. Ia menilai kebijakan penutupan yang berlangsung lebih dari sebulan memperlihatkan arah kebijakan yang semakin ketat terhadap akses ibadah.
Penutupan Masjid Al-Aqsa sendiri diberlakukan sejak akhir Februari, dengan alasan keamanan di tengah meningkatnya ketegangan regional, termasuk konflik antara Israel dan Iran yang turut memengaruhi situasi di kawasan. Dalam periode yang sama, akses ke Gereja Makam Kudus juga sempat dibatasi, meski kini telah dibuka secara terbatas setelah mendapat sorotan internasional.
Situasi ini menambah daftar panjang ketegangan di Yerusalem, di mana isu tempat suci kerap menjadi titik sensitif. Berbagai pihak menilai bahwa kebijakan pembatasan akses dan aktivitas di lokasi tersebut berpotensi memperburuk situasi yang sudah rapuh, terutama di tengah konflik regional yang belum mereda.
โ๏ธ Madarif Institute. – Al Jazeera.
๐ฅ Youtube: Madarif Institute
๐ธ Instagram: @madarifinstitute
๐ Web: madarifinstitute.org
Dukung dakwah dan karya Madarif Institute:
BSI 7314673349 a.n YYS MADARIF INSPIRASI INDONESIA
