Jangan Sia-siakan Ramadhan: Tips Menyambut Bulan yang Mulia

Rasulullah ﷺ pernah berdiri di atas mimbar, lalu mengucapkan “Aamiin” sebanyak tiga kali. Para sahabat pun bertanya-tanya, apa gerangan yang menyebabkan Rasulullah ﷺ mengaminkan doa tersebut. Beliau kemudian menjelaskan bahwa malaikat Jibril datang dan membacakan doa, lalu Rasulullah ﷺ mengaminkannya. Salah satu doa itu adalah:
Sesungguhnya Jibril datang kepadaku dan berkata: ‘Barang siapa yang mendapati bulan Ramadhan tetapi tidak diampuni dosanya, lalu ia meninggal dunia dan masuk neraka, maka Allah menjauhkannya (dari rahmat-Nya). Katakanlah: Aamiin.’ Maka aku pun mengucapkan: Aamiin.”(HR. Ahmad dan Al-Baihaqi)

Hadits ini menjadi peringatan keras bagi setiap muslim. Bagaimana mungkin seseorang mendapati bulan Ramadhan—bulan penuh rahmat, ampunan, dan pembebasan dari neraka—namun tetap keluar darinya dalam keadaan penuh dosa?

Kemuliaan Bulan Ramadhan
Bulan Ramadhan adalah bulan yang sangat mulia. Pada bulan ini, pahala amal dilipatgandakan, pintu-pintu surga dibuka, dan pintu-pintu neraka ditutup. Hal ini menandakan bahwa pintu rahmat dan ampunan Allah ﷻ terbuka selebar-lebarnya bagi siapa saja yang ingin kembali kepada-Nya.
Oleh karena itu, seorang muslim perlu mempersiapkan diri sebelum Ramadhan, agar tidak termasuk golongan yang celaka sebagaimana disebutkan dalam hadits Nabi ﷺ di atas.

Pertama: Meluruskan Niat dan Tekad
Persiapan terpenting adalah niat dan tekad yang benar ketika memasuki bulan Ramadhan. Rasulullah ﷺ bersabda:
إِنَّمَا الأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ، وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى
“Sesungguhnya setiap amal tergantung pada niatnya, dan setiap orang akan mendapatkan sesuai dengan apa yang ia niatkan.”(HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Tanpa niat yang ikhlas, ibadah tidak bernilai di sisi Allah ﷻ. Maka hendaknya seorang muslim meniatkan puasanya, shalatnya, tilawahnya, dan seluruh amalnya semata-mata untuk mengharap ridha Allah ﷻ.

Kedua: Persiapan Ilmu
Persiapan berikutnya adalah ilmu. Ilmu tentang fiqih puasa: syarat sah, rukun-rukun, perkara yang membatalkan puasa, serta adab-adabnya. Beribadah tanpa ilmu dapat menyebabkan amal tertolak atau tidak sempurna.
Allah ﷻ berfirman:
فَاعْلَمْ أَنَّهُ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ
“Maka ketahuilah, bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Allah.”(QS. Muhammad: 19)
Ayat ini menjelaskan bahwa sebelum beramal seorang muslim harus membekalinya dengan ilmu terlebih dahulu.

Rasulullah ﷺ juga bersabda:
مَنْ يُرِدِ اللَّهُ بِهِ خَيْرًا يُفَقِّهْهُ فِي الدِّينِ
“Barang siapa yang Allah kehendaki kebaikan padanya, maka Allah akan memahamkannya tentang agama.”(HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Selain fiqih puasa, perlu pula mempelajari keutamaan Ramadhan, amalan yang banyak dilakukan oleh Nabi ﷺ, para sahabat, dan para ulama, serta perkara yang mereka tinggalkan. Dengan ilmu, waktu Ramadhan yang singkat dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya.

Ketiga: Menyambut Ramadhan dengan Hati yang Bahagia
Rasulullah ﷺ menyambut datangnya Ramadhan dengan kabar gembira. Dalam sebuah hadits disebutkan:
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ:
أَتَاكُمْ رَمَضَانُ شَهْرٌ مُبَارَكٌ، فَرَضَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ عَلَيْكُمْ صِيَامَهُ، تُفْتَحُ فِيهِ أَبْوَابُ السَّمَاءِ، وَتُغْلَقُ فِيهِ أَبْوَابُ الْجَحِيمِ، وَتُغَلُّ فِيهِ مَرَدَةُ الشَّيَاطِينِ، فِيهِ لَيْلَةٌ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ
“Telah datang kepada kalian bulan Ramadhan, bulan yang penuh berkah. Allah mewajibkan atas kalian berpuasa di dalamnya. Pada bulan itu pintu-pintu langit dibuka, pintu-pintu Jahim ditutup, dan para setan dibelenggu. Di dalamnya terdapat satu malam yang lebih baik daripada seribu bulan.”(HR. An-Nasa’i)

Kegembiraan menyambut Ramadhan juga diwujudkan dengan memperbanyak doa agar dipertemukan dengannya. Diriwayatkan bahwa para salafus shalih berdoa:
اَللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي رَجَبَ وَشَعْبَانَ وَبَلِّغْنَا رَمَضَانَ
“Ya Allah, berkahilah kami di bulan Rajab dan Sya’ban, dan sampaikanlah kami kepada bulan Ramadhan.”

Keempat: Memperbanyak Taubat
Persiapan terakhir adalah memperbanyak taubat kepada Allah ﷻ. Ramadhan adalah bulan ibadah, dan seorang hamba tidak akan kuat berlama-lama dalam ketaatan jika hatinya masih dipenuhi dosa dan kezaliman. Hati yang bersih lebih mudah bergerak menuju kebaikan.
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Apabila seorang hamba berdusta, maka kedua malaikat menjauh darinya karena mencium bau busuk dari mulutnya.”(HR. At-Tirmidzi)

Hadits ini menunjukkan bahwa dosa meninggalkan pengaruh buruk, bukan hanya pada hati, tetapi juga pada amal dan kedudukan seorang hamba di sisi Allah ﷻ.

Ramadhan adalah kesempatan emas yang belum tentu kita temui kembali. Betapa banyak orang yang bersama kita pada Ramadhan tahun lalu, namun kini telah berada di alam kubur. Maka jangan sampai kita menyia-nyiakan bulan yang mulia ini.
Mari kita memasuki Ramadhan dengan niat yang ikhlas, ilmu yang cukup, hati yang bahagia, serta taubat yang sungguh-sungguh, agar kita termasuk hamba-hamba yang mendapatkan ampunan dan rahmat Allah ﷻ, bukan termasuk golongan yang merugi sebagaimana diperingatkan oleh Rasulullah ﷺ

Wallāhu subḥānahu wa ta‘ālā a‘lam

Kolomnis: M. Ridhwan Akbar

✒️ Madarif Institute

Untuk mendukung dakwah Madarif Institute silahkan berikan infaq terbaik melalui rekening: 7314673349 (BSI) a.n YYS MADARIF INSPIRASI INDONESIA

🎥 Youtube: Madarif Institute
📷 Instagram: @madarifinstitute
🌐 Web: madarifinstitute.org