Malam Nisfu Sya’ban: Dalil, Keutamaan, dan Hikmah di Dalamnya

Sebagaimana yang telah kita ketahui, bulan Sya’ban memiliki banyak keutamaan dan keistimewaan, di antaranya adalah malam Nisfu Sya’ban , yaitu malam pertengahan bulan Sya’ban yang jatuh pada malam tanggal 15.

Di dalam kitab Māżā fī Sya’bān karya Prof. Dr. As-Sayyid Muhammad bin Alwi Al-Maliki disebutkan bahwa malam Nisfu Sya’ban memiliki banyak sebutan , bahkan jumlahnya tidak kurang dari 22 nama. Di antara beberapa sebutan tersebut adalah:

1. Al-Lailah Al-Mubarokah (Malam yang Diberkahi)
Disebut demikian karena malam Nisfu Sya’ban dipenuhi dengan keberkahan. Keberkahan tersebut tampak dari keutamaan malam itu sendiri, sekaligus dari turunnya para malaikat yang mendekat kepada manusia, sehingga menjadi waktu yang mulia untuk memperbanyak doa dan ibadah.

2. Lailatul Ijabah (Malam Dikabulkannya Doa)
Nama tersebut senada dengan apa yang diriwayatkan dari Ibnu Umar Radhiyallahu ‘anhuma, bahwa beliau berkata: “Ada lima malam yang doa-doa di dalamnya tidak ditolak; yaitu malam Jumat, malam pertama bulan Rajab, malam Nisfu Sya’ban, malam Lailatul Qadar, serta dua malam hari raya.”

3. Lailatut Takfir (Malam Penghapusan Dosa)
Disebut demikian karena pada malam tersebut dosa-dosa selama satu tahun dihapuskan. Sebagaimana malam Jumat menghapus dosa-dosa selama satu pekan, dan Lailatul Qadar menghapus dosa-dosa sepanjang umur.

Adapun terkait status keabsahan adanya Malam Nisfu Sya’ban, terdapat beberapa hadits yang menerangkan akan hal itu, salah satunya adalah:
عنْ مُعَاذ بن جَبَلٍ عَنِ النَّبِيِّ ﷺ قَالَ يَطَّلِعُ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ عَلَى خَلْقِهِ لَيْلَةَ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ فَيَغْفِرُ الجَمِيعِ خَلْقِهِ إِلا لِمُشْرِكٍ أَوْ مُشَاحِنٍ
“Sesungguhnya Allah SWT memperhatikan hambanya (dengan penuh rahmat) pada malam Nisfu Syaban, kemudian ia akan mengampuni semua makhluk-Nya kecuali orang musyrik dan musyahin (orang munafik yang menebar kebencian antar sesama umat Islam).” (HR. At-Thabrani)

Meskipun demikian, perlu disadari bahwa sebagian besar hadits yang berbicara tentang keutamaan Malam Nisfu Sya’ban memang tidak sampai pada derajat shahih, bahkan sebagian di antaranya dinilai dha‘if. Namun, Al-Imam An-Nawawi dalam Al-Adzkar menegaskan bahwa para ulama membolehkan mengamalkan hadits dha‘if dalam perkara fadha’il al-a‘māl (keutamaan amal), anjuran, atau peringatan, selama hadits tersebut bukan hadits palsu.

Dari sini dapat kita pahami, bahwa malam Nisfu Sya’ban adalah momen yang tepat untuk refleksi sekaligus persiapan spiritual menuju Ramadan. Dengan memperbanyak doa, istighfar, serta membersihkan hati dari permusuhan, kita berharap Allah SWT menganugerahkan ampunan dan keberkahan di bulan-bulan mulia yang akan datang.

Wallāhu subḥānahu wa ta‘ālā a‘lam

Kolomnis: M.Rifky Handadari

✒️ Madarif Institute

Untuk mensupport dakwah Madarif Institute silahkan berikan infaq terbaik melalui rekening: 7314673349 (BSI) a.n YYS MADARIF INSPIRASI INDONESIA

🎥 Youtube: Madarif Institute
📷 Instagram: @madarifinstitute
🌐 Web: madarifinstitute.org