AYAT YANG TURUN DI BULAN SYA’BAN (3)

QS. AL-BAQARAH : 183 [PERINTAH PUASA DAN REFLEKSINYA DENGAN BULAN SYA’BAN]

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَۙ

“Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.”

Dalam ayat ini, Allah memerintahkan orang-orang beriman untuk melaksanakan puasa, yaitu menahan diri dari makan, minum, dan hubungan suami istri sejak terbit fajar hingga terbenam matahari, dengan niat yang ikhlas karena Allah. Puasa bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menjadi sarana membersihkan hati, melatih pengendalian diri, dan menahan hawa nafsu yang kerap menjadi sebab kelalaian. Karena itu, tujuan utama puasa adalah agar seorang hamba mencapai derajat ketakwaan.

Ibn Katsir (774 H) menjelaskan dalam _Tafsir Al-Qur’an Al-‘Adzhim_ bahwa kewajiban puasa bukanlah ibadah yang hanya diwajibkan kepada umat Nabi Muhammad saw, melainkan juga telah diwajibkan kepada umat-umat sebelumnya, sebagai bentuk kesinambungan syariat dan dorongan agar umat Islam melaksanakannya dengan sungguh-sungguh.

Ibn Katsir (774 H) juga menerangkan bahwa kewajiban puasa tidak ditetapkan secara tiba-tiba, melainkan melalui proses yang bertahap. Pada masa awal Islam, kaum muslimin terbiasa melaksanakan puasa pada hari-hari tertentu, seperti puasa ‘Asyura dan puasa tiga hari setiap bulan. Ketika puasa Ramadan mulai diwajibkan, Allah masih memberikan keringanan kepada sebagian orang, hingga akhirnya kewajiban puasa Ramadan ditetapkan secara penuh dengan aturan yang lebih jelas. Hal ini menunjukkan bahwa Allah mendidik hamba-Nya dengan penuh hikmah, menyesuaikan perintah dengan kemampuan manusia agar ibadah dapat dijalankan dengan kesadaran dan keikhlasan.

Jika dilihat dari sisi manusiawi, menjalankan puasa selama satu bulan penuh tentu bukan perkara yang ringan apabila datang secara mendadak. Karena itu, perintah puasa Allah swt turunkan pada bulan sebelumnya, yaitu bulan Sya’ban. Yang mana dapat dipahami sebagai bagian dari persiapan sebelum memasuki kewajiban besar tersebut. Bulan Sya‘ban menjadi masa peralihan, di mana kaum beriman dianjurkan untuk mulai meningkatkan ibadah dan melatih diri, sehingga ketika Ramadan tiba, ibadah puasa dapat dijalani dengan kesiapan hati dan kebiasaan yang telah terbentuk.

Anjuran memperbanyak ibadah di bulan Sya‘ban ditegaskan dalam hadits Nabi saw yang diriwayatkan dari Usamah bin Zaid:

قُلْتُ: يَا رَسُولَ اللَّهِ، لَمْ أَرَكَ تَصُومُ شَهْرًا مِنَ الشُّهُورِ مَا تَصُومُ مِنْ شَعْبَانَ، قَالَ: ذَاكَ شَهْرٌ يَغْفُلُ النَّاسُ عَنْهُ بَيْنَ رَجَبٍ وَرَمَضَانَ، وَهُوَ شَهْرٌ تُرْفَعُ فِيهِ الأَعْمَالُ إِلَى رَبِّ الْعَالَمِينَ، فَأُحِبُّ أَنْ يُرْفَعَ عَمَلِي وَأَنَا صَائِمٌ.

“Aku berkata, “Wahai Rasulullah, aku tidak pernah melihat engkau berpuasa di suatu bulan sebagaimana engkau berpuasa di bulan Sya‘ban.” Beliau bersabda, “Itulah bulan yang sering dilalaikan manusia, antara Rajab dan Ramadan. Pada bulan itu amal-amal diangkat kepada Rabb semesta alam, dan aku suka ketika amalku diangkat, aku sedang dalam keadaan berpuasa.”
(HR. an-Nasa’i)

Hadits tersebut menunjukkan bahwa bulan Sya‘ban memiliki peran penting sebagai masa persiapan, di mana amal-amal manusia dihadapkan kepada Allah. Karena itu, umat Islam dianjurkan untuk lebih meningkatkan ketaatan dan amal ibadah di bulan ini. Sya‘ban menjadi penghubung antara kebiasaan ibadah sehari-hari dengan semangat ibadah yang lebih intens di bulan Ramadan.

Dengan adanya masa persiapan ini, tujuan utama puasa, yaitu terbentuknya ketakwaan, dapat diraih dengan lebih baik, karena ibadah dijalani secara bertahap dan disertai kesiapan hati.

Wallahu subhanahu wa ta‘ala a‘lam

Kolomnis: Mahdiyah Tsamarani

📚 Disarikan dari kitab Tafsir Al-Qur’an Al-Adzhim

✒️ Madarif Institute

Untuk mendukung dakwah Madarif Institute, silakan berikan infaq terbaik melalui rekening: 7314673349 (BSI) a.n YYS MADARIF INSPIRASI INDONESIA

🎥 Youtube: Madarif Institute

📷 Instagram: @madarifinstitute

🌐 Web: madarifinstitute.org