Apa yang Sedang Direncanakan Ben Gvir di Masjid Al-Aqsa Menjelang Ramadan?

17 November 2025 – Menjelang datangnya bulan Ramadan, kekhawatiran kembali meningkat di Yerusalem. Setiap tahun otoritas Israel melakukan persiapan khusus, baik dalam pengaturan jalan, pengawasan jamaah, hingga kampanye pelarangan masuk ke Masjid Al-Aqsa. Namun tahun ini, pemerintah ekstrem kanan Israel, yang dipimpin Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben Gvir, tampaknya memiliki agenda yang lebih besar dan lebih sensitif.

Menurut laporan media Israel, Ben Gvir berencana mengganti Komandan Kepolisian Distrik Yerusalem Amir Arzani dengan Avshalom Peled, seorang perwira yang dikenal dekat dan loyal kepadanya. Posisi ini sangat strategis karena bertanggung jawab penuh atas Masjid Al-Aqsa, termasuk kewenangan mengeluarkan larangan masuk dan mengatur perilaku polisi di dalamnya.

Para analis menyebut pergantian ini bukan sekadar rotasi jabatan, tetapi langkah politik untuk memastikan Al-Aqsa dikelola sesuai visi ideologis Ben Gvir. Peneliti Syaheer Ghazawi menjelaskan bahwa Ben Gvir ingin kontrol yang lebih ketat terhadap jamaah Muslim selama Ramadan, serta memperkuat kehadiran pemukim Yahudi di kawasan suci. Ia dinilai ingin menciptakan perubahan bertahap terhadap status quo Al-Aqsa melalui kekuatan keamanan.

Pakar lain, Abdullah Ma’ruf, menyebut bahwa sejak menjabat pada 2023, Ben Gvir selalu menempatkan orang-orang dekatnya di posisi sensitif. Tahun-tahun sebelumnya Israel sudah membatasi jumlah jamaah, melarang iktikaf pada malam Jumat dan Sabtu, bahkan berupaya membuka ruang bagi pemukim Yahudi di waktu-waktu sensitif. Ma’ruf memperkirakan pola ini akan kembali, bahkan dengan intensitas yang lebih tinggi.

Melihat situasi di Gaza dan Tepi Barat yang terus memanas, para pengamat menilai Ramadan mendatang bisa menjadi salah satu periode paling tegang dalam beberapa tahun terakhir. Pembatasan usia, pengetatan akses di pintu-pintu masuk, serta pengawasan militer yang lebih kuat diprediksi akan diberlakukan. Bahkan, ada kekhawatiran bahwa bulan suci dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan jumlah kunjungan pemukim Yahudi ke Al-Aqsa secara terorganisir.

Secara keseluruhan, langkah-langkah ini dinilai sebagai upaya terencana untuk mengikis kehadiran umat Islam di Masjid Al-Aqsa dan mendorong narasi bahwa situs tersebut adalah “tempat suci bersama”, mirip dengan apa yang terjadi di Masjid Ibrahimi, Hebron. Para pengamat memperingatkan bahwa jika rencana ini berjalan tanpa hambatan, Ramadan di Yerusalem tahun depan bisa menjadi salah satu yang paling berat bagi umat Muslim.

✒️ Madarif Institute. – Al Jazeera, Al Quds al Bawsala.
🎥 Youtube: Madarif Institute
📸 Instagram: @madarifinstitute
🌐 Web: madarifinstitute.org

Dukung dakwah dan karya Madarif Institute:
BSI 7314673349 a.n YYS MADARIF INSPIRASI INDONESIA