Keistimewaan Mazhab Syafi’i (2)

Pada tulisan sebelumnya telah dibahas beberapa keistimewaan Mazhab Syafi’i, di antaranya adalah keteguhan dalam berpegang pada dalil, perhatian besar terhadap metode penetapan hukum dan ushul fiqih, sikap moderat antara Ahlur Ra’yi dan Ahlul Hadits, serta banyaknya ulama besar yang berperan dalam mengembangkan mazhab ini.

Keistimewaan Mazhab Syafi’i sesungguhnya sangat banyak dan sulit untuk dihitung satu per satu. Hal ini terbukti dari kenyataan bahwa hingga hari ini Mazhab Syafi’i masih menjadi salah satu mazhab terbesar dalam dunia Islam dan terus memberikan kontribusi besar dalam khazanah keilmuan, pemikiran, dan praktik keagamaan.

Dalam tulisan kali ini, kita akan membahas beberapa keistimewaan lainnya yang semakin menunjukkan betapa kokohnya fondasi dan luasnya pengaruh Mazhab Syafi’i sepanjang sejarah. Beberapa keistimewaan tersebut adalah:

1. Kekayaan Khazanah Literatur dan Karya Keilmuan
Mazhab Syafi’i memiliki keistimewaan berupa banyaknya karya ilmiah yang ditulis oleh para ulama dalam rangka memperkuat, menjelaskan, serta memudahkan pemahaman terhadap mazhab ini. Dalam setiap abad, selalu lahir karya-karya baru yang meneliti, membahas dalil, dan menyajikan mazhab Syafi’i dengan cara yang sistematis. Kekayaan literatur ini menjadikan mazhab Syafi’i tidak hanya kokoh secara argumentasi, tetapi juga mudah dipelajari lintas generasi.

2. Tersebar Luas Di Berbagai Wilayah Dunia
Mazhab Syafi’i juga dikenal memiliki jumlah pengikut yang sangat besar dan tersebar luas di berbagai penjuru dunia Islam. Pengaruhnya terasa kuat mulai dari wilayah Asia Tenggara seperti Indonesia dan Malaysia, kemudian meluas ke kawasan anak benua India, Persia, Irak, Syam, dan negara-negara Teluk. Mazhab ini juga dianut secara luas di wilayah Hijaz, Hadramaut, Yaman, Mesir, hingga beberapa pesisir Afrika bagian timur. Penyebaran ini menunjukkan bahwa mazhab Syafi’i diterima secara luas oleh berbagai lapisan masyarakat Muslim di berbagai budaya dan geografis.

3. Banyaknya Para Pembaharu dari Kalangan Ulama Syafi’iyyah
Salah satu keistimewaan lain dari mazhab Syafi’i adalah bahwa banyak pembaharu (mujaddid) Islam pada pergantian abad berasal dari kalangan ulama Syafi’iyyah. Di antara mereka adalah Al-Imam As-Syafi’i (w. 204 H) sebagai mujaddid abad kedua, Abu Al-Abbas Ibn Surayj (w. 306 H) untuk abad ketiga, Abu Al-Tayyib Sahl Al-Sa’luki (w. 404 H) untuk abad keempat, Abu Hamid Al-Ghazali (w. 505 H) untuk abad kelima, Fakhruddin Ar-Razi (w. 606 H) untuk abad keenam, Al-Imam An-Nawawi (w. 676 H) untuk abad ketujuh, Jamaluddin Al-Isnawi (w. 772 H) untuk abad kedelapan, Ibnu Hajar Al-Asqalani (w. 852 H) untuk abad kesembilan, dan Jalaluddin As-Suyuthi (w. 911 H) untuk abad kesepuluh.

Mazhab Syafi’i bukan hanya warisan fikih klasik, tetapi juga bagian penting dari peradaban Islam yang terus hidup hingga kini. Kekayaan literatur, luasnya sebaran pengikut, dan peran besar para ulama Syafi’iyyah menjadi bukti kuat kokohnya fondasi mazhab ini. Hingga hari ini, Mazhab Syafi’i tetap memberi kontribusi nyata bagi perkembangan keilmuan dan praktik keagamaan umat Islam di berbagai penjuru dunia.

Wallāhu subḥānahu wa ta‘ālā a‘lam

Kolomnis: M.Rifky Handadari

📚 Disarikan dari kitab At-Taqrirat As-Sadidah karya Hasan bin Ahmad Al-Kaff
✒️ Madarif Institute

Untuk mensupport dakwah Madarif Institute silahkan berikan infaq terbaik melalui rekening: 7314673349 (BSI) a.n YYS MADARIF INSPIRASI INDONESIA

🎥 Youtube: Madarif Institute
📷 Instagram: @madarifinstitute
🌐 Web: madarifinstitute.org