Amerika Serikat Ajukan Rencana Dewan Perdamaian Gaza, Dunia Arab Tegaskan Dukungan terhadap Perjuangan Palestina

06 November 2025 — Amerika Serikat secara resmi mengajukan rancangan resolusi ke Dewan Keamanan PBB mengenai masa depan Gaza. Dalam rancangan tersebut, Washington mengusulkan pembentukan Dewan Perdamaian dan Dana Rekonstruksi Gaza sebagai langkah awal menuju pemulihan wilayah yang hancur akibat agresi panjang Israel.

Rancangan itu memuat pembentukan lembaga transisi yang bertugas mengelola bantuan internasional dan proses rekonstruksi hingga akhir tahun 2027. Selain itu, AS juga mengusulkan pembentukan pasukan internasional sementara untuk menjaga stabilitas di Gaza, yang akan bekerja sama dengan Mesir dan Israel.

Menurut sumber diplomatik yang dikutip Al Jazeera, Bank Dunia akan ditugaskan mengelola dana pembangunan tersebut. Resolusi ini juga menilai kesiapan Otoritas Palestina untuk menjalankan reformasi sebagaimana tertuang dalam rencana 20 poin Presiden AS Donald Trump yang sebelumnya menjadi dasar gencatan senjata dan pertukaran tahanan pada Oktober lalu.

Sejumlah negara seperti Mesir, Qatar, Arab Saudi, Turki, dan Uni Emirat Arab disebut akan mendukung rancangan itu. Namun hingga kini, belum ada kepastian kapan resolusi tersebut akan diajukan untuk pemungutan suara. Keputusan hanya dapat disahkan jika mendapat sedikitnya sembilan suara dukungan tanpa veto dari anggota tetap Dewan Keamanan seperti Rusia atau China.

Sementara itu, di Beirut, Konferensi Arab Umum bersama Partai-Partai Nasional Lebanon mengeluarkan Dokumen Dukungan terhadap Pejuang dan Hak Rakyat Palestina. Dalam pertemuan solidaritas tersebut, para tokoh Arab menegaskan bahwa perjuangan melawan penjajahan Israel merupakan hak sah rakyat Palestina, sesuai prinsip kemanusiaan dan hukum internasional.

Perwakilan Hizbullah menolak rencana pembentukan pasukan asing di Gaza yang dianggap sebagai upaya menghapus perlawanan. Ia menegaskan bahwa senjata rakyat Palestina adalah jaminan bagi kemerdekaan mereka.

Adapun perwakilan Hamas di Lebanon menyampaikan bahwa berhentinya perang di medan tempur tidak berarti konflik telah usai. Menurutnya, Israel kini beralih ke bentuk perang lain yaitu perang politik dan keamanan. Ia menegaskan, masa depan Gaza hanya dapat ditentukan oleh rakyat Palestina sendiri.

Kedua dinamika ini menggambarkan dua arus besar yang kini berhadapan: upaya internasional untuk mengatur Gaza pascaperang, dan tekad dunia Arab mempertahankan perlawanan sebagai simbol harga diri dan kedaulatan bangsa Palestina.

✒️ Madarif Institute. – Al Jazeera, Palestine Information Center, Reuters.
🎥 Youtube: Madarif Institute
📸 Instagram: @madarifinstitute
🌐 Web: madarifinstitute.org

Dukung dakwah dan karya Madarif Institute:
BSI 7314673349 a.n YYS MADARIF INSPIRASI INDONESIA