Israel Kembali Serang Gaza

20 0ktober 2025 – Di tengah masa gencatan senjata yang baru berjalan sebelas hari, Gaza kembali diguncang serangan udara Israel. Rentetan bom menghantam kawasan padat penduduk di Rafah dan Khan Younis, menewaskan lebih dari 40 warga Palestina dan melukai puluhan lainnya.

Serangan ini menodai kesepakatan damai yang disepakati setelah dua tahun perang mematikan. Sementara debu reruntuhan masih mengepul di atas bangunan yang hancur, suasana Gaza berubah kembali menjadi merah.

Sayap keamanan Hamas menilai tindakan Israel sebagai pengkhianatan terang-terangan terhadap kesepakatan yang tengah berlaku. Dalam pernyataannya, Keamanan Perlawanan Palestina memperingatkan seluruh pejuang dan warga sipil agar tetap waspada terhadap kelicikan musuh. “Hakikat penjajah adalah tipu daya. Mereka tak pernah jujur dalam perjanjian, dan tak segan menumpahkan darah untuk menutupi kegagalannya sendiri,” demikian isi pernyataan tersebut.

Hamas menegaskan bahwa keselamatan warga dan para pejuang adalah prioritas utama, menyerukan disiplin penuh terhadap instruksi keamanan lapangan, dan menghindari segala bentuk kelengahan yang bisa dimanfaatkan musuh.

Di Tepi Barat, situasi tak kalah tegang. Pasukan Israel kembali melakukan penangkapan besar-besaran di sejumlah kota, menahan sedikitnya 11 warga Palestina, termasuk seorang perempuan. Kekerasan para pemukim terhadap penduduk lokal juga terus terjadi, menambah panjang daftar pelanggaran selama masa gencatan.

Para pengamat menilai serangan terbaru ini sebagai bagian dari manuver politik dalam negeri Israel. Menurut pakar politik Timur Tengah Mahmoud Yizbak, pemerintahan Benjamin Netanyahu sengaja mempertahankan ketegangan untuk kepentingan politiknya menjelang pemilihan internal Partai Likud.
Sementara Ibrahim Fraihat, pengamat konflik internasional, menilai gelombang serangan di Gaza merupakan pesan politik bagi Amerika Serikat dan para mediator. “Israel ingin menunjukkan bahwa kendali tetap ada di tangannya, bukan pada kesepakatan,” ujarnya.

Dengan agresi yang kembali dilancarkan, masa depan gencatan senjata tampak rapuh. Di Gaza, perjanjian damai selalu berumur pendek. Setiap janji berhenti menembak seolah hanya jeda di antara dua babak kehancuran berikutnya.

✒️ Madarif Institute. – Al Jazeera, Palestine Information Center, Eye on Palestine.
🎥 Youtube: Madarif Institute
📸 Instagram: @madarifinstitute
🌐 Web: madarifinstitute.org

Dukung dakwah dan karya Madarif Institute:
BSI 7314673349 a.n YYS MADARIF INSPIRASI INDONESIA