16 Oktober 2025- Meski perjanjian gencatan senjata telah diteken, Israel kembali menunjukkan sikap abu-abu. Dengan alasan soal pengembalian jenazah tentaranya, Tel Aviv menunda pelaksanaan tahap kedua kesepakatan dan menolak membuka perlintasan Rafah. Sementara itu, rakyat Palestina masih menjadi korban — sedikitnya 10 orang tewas dalam beberapa pekan terakhir akibat serangan pasca gencatan senjata.
Pemerintah Israel menuding Hamas lamban menyerahkan jenazah, padahal kelompok perlawanan itu telah mengembalikan seluruh tawanan hidup dan 10 jenazah, sesuai perjanjian. Hamas menegaskan sisa jenazah berada di bawah reruntuhan akibat bombardir Israel sendiri, dan pencariannya memerlukan alat berat yang hingga kini dilarang masuk ke Gaza oleh pihak Israel. Larangan itu justru membuat proses evakuasi mustahil, namun dijadikan alasan untuk memperpanjang ketegangan.
Di sisi lain, ribuan warga Palestina masih mendekam di penjara-penjara Israel. Data terakhir menunjukkan lebih dari 10.000 tahanan, termasuk anak-anak dan perempuan, masih ditahan tanpa kepastian hukum. Sebagian dilaporkan meninggal akibat penyiksaan dan kelalaian medis. Kontras dengan Hamas yang telah menunaikan seluruh kewajiban, Israel tampak justru mengulur waktu dengan berbagai alasan teknis.
Amerika Serikat melalui salah satu penasihat seniornya menegaskan bahwa Hamas tidak melanggar kesepakatan, dan bahwa fokus saat ini seharusnya pada stabilisasi serta pengawasan pelaksanaan perjanjian agar provokasi tak berulang.
Sementara itu, PBB mendesak Israel membuka seluruh perlintasan menuju Gaza untuk mengizinkan bantuan kemanusiaan masuk. Tom Fletcher dari OCHA menegaskan, “Ujian perjanjian bukan pada konferensi atau pidato, tapi pada apakah anak-anak bisa diberi makan dan pasien mendapat obat.”
Penundaan dan pelanggaran diam-diam yang dilakukan Israel memperlihatkan pola lama: mengulur waktu, menyalahkan pihak lain, lalu melanjutkan tekanan militer di balik slogan perdamaian. Perang mungkin telah berhenti di atas kertas, tapi penderitaan rakyat Palestina belum benar-benar berakhir.
✒️ Madarif Institute. – Al Jazeera, Palestine Information Center, Eye on Palestine.
🎥 Youtube: Madarif Institute
📸 Instagram: @madarifinstitute
🌐 Web: madarifinstitute.org
Dukung dakwah dan karya Madarif Institute:
BSI 7314673349 a.n YYS MADARIF INSPIRASI INDONESIA
