Setelah sebelumnya kita membahas tentang sunnah-sunnah wudhu yang lain, kini kita berlanjut pada sunnah wudhu yang ketiga dan keempat, yaitu berkumur serta memasukkan air ke dalam hidung (istinsyaq). Kedua sunnah ini sering kali dianggap sepele, namun sejatinya mengandung hikmah yang besar dan menjadi bagian penting dalam penyempurnaan ibadah wudhu.
Yang dimaksud dengan berkumur dalam istilah fiqih adalah memasukkan air ke dalam mulut setelah mencuci tangan di awal wudhu. Cara berkumur yang paling sederhana adalah dengan sekadar memasukkan air ke dalam mulut lalu mengeluarkannya kembali. Hal ini sudah cukup untuk mendapatkan pahala sunnahnya. Namun, yang lebih utama (afdhal) adalah menggerakkan air tersebut di dalam mulut sehingga seluruh bagian mulut menjadi bersih. Dengan demikian, seseorang tidak hanya mendapatkan pahala sunnah, tetapi juga memperoleh manfaat kebersihan yang lebih sempurna.
Setelah berkumur, sunnah berikutnya adalah istinsyaq, yaitu memasukkan air ke dalam hidung. Sunnah ini dilakukan setelah berkumur dan harus berurutan. Jika seseorang mendahulukan istinsyaq sebelum berkumur, maka yang dihitung adalah sunnah berkumurnya saja, sebagaimana dijelaskan oleh Imam An-Nawawi dalam kitab Al-Majmu’. Cara minimal dalam melaksanakan istinsyaq adalah dengan sekadar memasukkan air ke dalam hidung. Itu sudah cukup untuk mendapat pahala sunnahnya. Akan tetapi, yang lebih afdhal adalah dengan menghirup air hingga ke rongga hidung kemudian mengeluarkannya kembali (istintsar).
Kedua sunnah ini memiliki hikmah yang sangat agung. Salah satu hikmahnya adalah membantu seseorang untuk mengenali sifat air yang digunakan dalam wudhu. Dengan berkumur dan istinsyaq, seseorang dapat mengetahui apakah air tersebut mengalami perubahan rasa, warna, atau bau. Sebab, jika air telah berubah dari sifat aslinya, maka ada kemungkinan wudhunya menjadi tidak sah. Oleh karena itu, sunnah ini bukan hanya sekadar amalan tambahan, tetapi juga berfungsi memastikan bahwa air yang dipakai benar-benar jernih dan layak digunakan untuk bersuci. Sebagaimana disebutkan dalam kitab Al-Iqna’.
Selain itu, berkumur dan istinsyaq juga menjadi sebab gugurnya dosa-dosa kecil. Hal ini sebagaimana disebutkan dalam hadits dari Utsman bin ‘Affan radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah ﷺ bersabda:
مَا مِنْكُمْ مِنْ أَحَدٍ يَقْرُبُ وُضُوءَهُ، فَيَمَضْمِضُ وَيَسْتَنْشِقُ وَيَنْثُرُ، إِلَّا خَرَّتْ خَطَايَاهُ فِي فِيهِ وَخَيْشُومِهِ مَعَ الْمَاءِ
“Tidaklah salah seorang dari kalian mendekatkan air wudhunya, lalu ia berkumur, menghirup air ke hidung dan mengeluarkannya, kecuali keluarlah dosa-dosanya dari mulut dan hidungnya bersama air.” (HR. Muslim).
Lebih jauh lagi, disunnahkan bagi orang yang berwudhu untuk berkumur dan istinsyaq dengan bersungguh-sungguh. Artinya, mengerjakannya dengan lebih dalam agar kebersihan benar-benar tercapai. Namun, pengecualian berlaku bagi orang yang sedang berpuasa, karena dikhawatirkan air masuk terlalu dalam hingga merusak puasanya. Hal ini sesuai dengan hadits Nabi ﷺ:
”أسبغ الوضوء، وخلل بين الأصابع، وبالغ في الاستنشاق إلا أن تكون صائما.”
“Sempurnakanlah wudhu, sela-selailah jari-jemari, dan bersungguh-sungguhlah dalam menghirup air ke hidung, kecuali engkau sedang berpuasa.” (HR. Abu Dawud, Tirmidzi, Nasa’i, Ibnu Majah; shahih).
Selain itu, terdapat pula adab yang dianjurkan, yaitu mengambil air untuk berkumur dan istinsyaq dengan tangan kanan, kemudian mengeluarkannya (istintsar) dengan tangan kiri. Hal ini menunjukkan kesempurnaan wudhu sekaligus menjaga adab yang diajarkan Rasulullah ﷺ.
Dengan demikian, dapat kita simpulkan bahwa sunnah berkumur dan istinsyaq dalam wudhu tidak hanya sekadar amalan tambahan, tetapi memiliki banyak manfaat: membersihkan mulut dan hidung, menjaga kesucian air yang digunakan, serta menjadi sebab dihapuskannya dosa-dosa. Karena itu, sangatlah baik bagi seorang muslim untuk tidak meninggalkan kedua sunnah ini, sehingga wudhunya semakin sempurna dan pahalanya semakin bertambah.
Wallāhu subḥānahu wa ta‘ālā a‘lam
Kolomnis: M.Ridhwan Akbar, B.A.
✒️ Madarif Institute
Untuk mendukung dakwah Madarif Institute silahkan berikan infaq terbaik melalui rekening: 7314673349 (BSI) a.n YYS MADARIF INSPIRASI INDONESIA
🎥 Youtube: Madarif Institute
📷 Instagram: @madarifinstitute
🌐 Web: madarifinstitute.org
