Hal yang Membatalkan Shalat: Berbicara

Selain mengetahui rukun-rukun shalat yang wajib dilakukan, penting juga bagi kita untuk memahami hal-hal yang dapat membatalkan shalat. Sebab, sebagaimana sebuah bangunan akan runtuh bila terkena perusak, demikian pula shalat akan batal bila dilakukan sesuatu yang dilarang di dalamnya. Dengan memahami pembatal shalat, seorang muslim bisa lebih berhati-hati dan menjaga kesempurnaan ibadahnya.

Salah satu hal yang membatalkan shalat adalah berbicara. Karena dalam shalat seluruhnya adalah untuk Allah SWT, sehingga tidak layak di dalamnya kita selipkan ucapan kepada manusia lain. Hal ini senada dengan hadits yang berbunyi:

Dari Mu’awiyah bin Al-Hakam radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya shalat ini tidak layak di dalamnya ada suatu perkataan manusia. Ia hanyalah tasbih, takbir, dan bacaan Al-Qur’an.” (HR. Muslim).

Berdasarkan hadits di atas, para ulama kemudian memberikan penjelasan dan rincian yang lebih detail. Mereka menjelaskan jika bicaranya banyak, yaitu empat kata atau lebih, maka shalatnya batal, baik dilakukan secara sengaja maupun tidak. Sedangkan jika bicaranya sedikit, yaitu kurang dari empat kata, maka shalat hanya batal apabila dilakukan dengan sengaja.

Sementara itu, bicara sedikit tidak membatalkan shalat apabila terjadi dalam tiga kondisi: pertama, jika dilakukan karena lupa. Kedua, jika ia tidak mengetahui bahwa hal itu membatalkan, misalnya karena tidak ada ulama yang mengajarkannya dan ia hidup jauh dari ulama. Ketiga, jika lisannya keceplosan.

Kemudian, para ulama juga menjelaskan bahwa mengucapkan satu huruf saja belum dianggap membatalkan shalat, meskipun dilakukan dengan sengaja. Akan tetapi, ada tiga pengecualian yang membuatnya tetap membatalkan shalat:

  1. 1. Jika huruf tersebut diucapkan dengan cara dipanjangkan
  2. 2. Jika satu huruf tersebut memiliki makna yang dapat dipahami oleh manusia
  3. 3. Jika dilakukan dengan maksud bermain-main atau bersenda gurau

Dengan demikian, jelaslah bahwa berbicara di dalam shalat termasuk salah satu pembatal yang harus dihindari. Islam mengajarkan agar shalat benar-benar dijaga kesuciannya dari perkataan selain dzikir, doa, dan bacaan Al-Qur’an. Karena itu, seorang muslim dituntut untuk senantiasa berhati-hati, baik dalam menjaga lisannya maupun seluruh gerakannya, agar shalat yang ia lakukan tetap sah dan diterima di sisi Allah ﷻ.

Wallāhu subḥānahu wa ta‘ālā a‘lam

Kolomnis: M.Rifky Handadari

📚 Disarikan dari kitab At-Taqrirat As-Sadidah karya Hasan bin Ahmad Al-Kaff
✒️ Madarif Institute

Untuk mensupport dakwah Madarif Institute silahkan berikan infaq terbaik melalui rekening: 7314673349 (BSI) a.n YYS MADARIF INSPIRASI INDONESIA

🎥 Youtube: Madarif Institute
📷 Instagram: @madarifinstitute
🌐 Web: madarifinstitute.org