Mengucapkan basmalah merupakan amalan yang disunnahkan oleh Rasulullah saw. pada setiap aktivitas seorang muslim, baik yang termasuk ibadah mahdhah maupun perkara lainnya. Dengan menyebut nama Allah, setiap amal akan mendapatkan keberkahan dan pertolongan dari-Nya. Namun, perlu diperhatikan bahwa ucapan basmalah tidaklah pantas, bahkan menjadi makruh, jika diucapkan sebelum melakukan perbuatan makruh atau haram.
Anjuran membaca basmalah diambil dari hadits Rasulullah saw:
كُلُّ أَمْرٍ ذِي بَالٍ لَا يُبْدَأُ فِيهِ بِبِسْمِ اللَّهِ فَهُوَ أَبْتَرُ
Artinya: “Segala sesuatu yang memiliki arti (penting), yang tidak dimulai dengan menyebut nama Allah, maka ia terputus (sia-sia).”
Selain itu, terdapat hadits lain yang secara khusus menunjukkan bahwa membaca basmalah adalah sunnah ketika berwudhu. Diriwayatkan oleh al-Baihaqi:
أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ أَدْخَلَ يَدَهُ فِي الْإِنَاءِ ثُمَّ قَالَ لِأَصْحَابِهِ: تَوَضَّئُوا بِسْمِ اللَّهِ
Artinya: “Sesungguhnya Rasulullah saw. memasukkan tangannya ke dalam bejana, kemudian beliau berkata kepada para sahabatnya: ‘Berwudhulah dengan mengucap basmalah.’”
Dari hadits-hadits tersebut dapat dipahami bahwa membaca basmalah di awal wudhu adalah sunnah muakkadah, yaitu sunnah yang sangat dianjurkan. Rasulullah saw. memberikan teladan agar setiap amal ibadah dimulai dengan menyebut nama Allah, sehingga wudhu tidak hanya menjadi aktivitas membersihkan diri, tetapi juga sarana mendekatkan hati kepada-Nya.
Apabila seseorang lupa membaca basmalah di awal wudhu, maka dianjurkan baginya untuk segera membacanya selama wudhunya belum selesai dengan ucapan:
بسم الله أوله وآخره
Artinya: “Dengan nama Allah pada awal dan akhirnya.”
Namun, jika seseorang baru teringat setelah selesai berwudhu bahwa ia belum membaca basmalah, maka tidak perlu baginya untuk membacanya kembali. Kesempatan membaca basmalah hanya ada selama proses wudhu berlangsung.
Dalam kitab al-Iqna’ disebutkan bahwa lafazh terpendek yang dapat diucapkan ketika wudhu adalah: بسم الله
Sedangkan bentuk yang paling sempurna adalah: بسم الله الرحمن الرحيم
Selain itu dianjurkan pula membaca doa-doa ini setelah mengucap bismillah:
الحمد لله على الإسلام ونعمتِه، والحمد لله الذي جعل الماء طهورًا
Artinya: “Segala puji bagi Allah atas nikmat Islam dan nikmat-Nya, dan segala puji bagi Allah yang menjadikan air sebagai penyuci.”
Imam al-Ghazali menambahkan bacaan doa setelahnya:
رَبِّ أَعُوذُ بِكَ مِنْ هَمَزَاتِ الشَّيَاطِينِ، وَأَعُوذُ بِكَ رَبِّ أَنْ يَحْضُرُونِ
Artinya: “Wahai Tuhanku, aku berlindung kepada-Mu dari bisikan-bisikan setan, dan aku berlindung kepada-Mu, wahai Tuhanku, dari kehadiran mereka.”
Meskipun demikian, penting untuk ditegaskan bahwa membaca basmalah tidaklah dapat menggantikan niat. Sebagian orang terkadang mengira bahwa ucapan basmalah adalah niat wudhu, padahal keduanya berbeda. Niat adalah rukun tersendiri yang wajib dihadirkan dalam hati saat berwudhu, sedangkan basmalah hanyalah sunnah. Sesuatu yang sifatnya sunnah tentu tidak bisa menggantikan rukun yang merupakan syarat sah ibadah.
Dengan demikian, membaca basmalah di awal wudhu adalah sunnah yang sangat dianjurkan, mengikuti teladan Rasulullah saw., sekaligus bentuk pengagungan kepada Allah agar ibadah yang dilakukan bernilai berkah dan sempurna.
Wallāhu subḥānahu wa ta‘ālā a‘lam
✒️ Madarif Institute
Untuk mendukung dakwah Madarif Institute silahkan berikan infaq terbaik melalui rekening: 7314673349 (BSI) a.n YYS MADARIF INSPIRASI INDONESIA
🎥 Youtube: Madarif Institute
📷 Instagram: @madarifinstitute
🌐 Web: madarifinstitute.org
