Israel Intensifkan Serangan ke Gaza Usai Kunjungan Menlu AS

16 September 2025

Perkembangan politik di Timur Tengah semakin cepat setelah kunjungan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Marco Rubio, ke Israel. Kunjungan ini berlangsung sebelum ia bertolak ke Qatar yang baru saja menjadi tuan rumah dua KTT darurat, yakni KTT Teluk dan KTT Arab-Islam, menyusul agresi Israel disana.

Bersamaan dengan kunjungan tersebut, tentara Israel melancarkan operasi militer besar-besaran di Kota Gaza. Media Israel Yisrael Hayom melaporkan suara ledakan keras di Gaza beberapa hari belakangan ini terdengar bahkan hingga Tel Aviv. Hal ini dipandang sebagai bukti adanya dukungan baru dari Washington untuk mempercepat rencana pendudukan kota Gaza.

Pakar urusan Israel, Muhannad Mustafa, menilai Netanyahu ingin memperkuat posisinya dalam negosiasi dengan memaksakan lima syarat utama, yaitu: pelucutan senjata Hamas, pembebasan tawanan, kontrol keamanan dari Israel, pemerintahan sipil dibawah pengawasan Israel pengganti Hamas dan Otoritas Palestina, serta penolakan terhadap solusi selain Hamas menyerah penuh. Jika ditolak, Netanyahu membuka opsi pendudukan penuh Gaza.

Peneliti Al Jazeera, Liqa’ Makki, menambahkan bahwa intensitas serangan Israel merupakan bagian dari strategi menguasai Gaza sekaligus memaksa pengusiran warganya. Ia menilai Gaza sejak lama dianggap sebagai masalah keamanan Israel, sehingga perang hanya bisa diakhiri dengan menghilangkan peluang kebangkitan kelompok perlawanan.

Jalur diplomasi kian terpinggirkan setelah serangan Israel terhadap delegasi Hamas di Doha, hal tersebut menyebabkan melemahnya kekuatan Qatar dalam melakukan perundingan. Sementara itu, analis Ahmad Ataunah menilai perang berjalan dalam dua jalur, yaitu: operasi militer yang didukung AS dan propaganda politik yang menutupi tujuan sebenarnya, yakni memberi ruang bagi Israel mencapai kemenangan militer.

Di sisi lain, mantan pejabat AS Thomas Warrick menyebut pertemuan Netanyahu dan Rubio kemungkinan juga membahas tentang pencaplokan sebagian wilayah Tepi Barat. Ia menyebut AS menargetkan penghentian perang, pelemahan Hamas, pembebasan tawanan, dan masuknya bantuan, meski pada praktiknya tetap mendukung kebijakan militer Israel.

✒️ Madarif Institute – Al Jazeera Arabic.

🎥 Youtube: Madarif Institute

📸 Instagram: @madarifinstitute

🌐 Web: madarifinstitute.org

Dukung dakwah dan karya Madarif Institute:
BSI 7314673349 a.n YYS MADARIF INSPIRASI INDONESIA