Memasuki bulan Rabiul Awal, hati kaum Muslimin sepatutnya dipenuhi rasa Syukur dan kegembiraan. Sebab, pada bulan inilah lahir seorang manusia terbaik, penutup para nabi, yaitu Nabi Muhammad ﷺ. Sebagaimana orang tua merasa bahagia dengan kelahiran buah hatinya, demikian pula kita layak berbahagia dengan kelahiran sosok agung yang menjadi rahmat bagi seluruh alam. Allah SWT menegaskan dalam firman-Nya:
وَمَآ أَرْسَلْنَٰكَ إِلَّا رَحْمَةً لِّلْعَٰلَمِينَ
“Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam.” (QS. Al-Anbiya: 107)
Tidak hanya kelahiran beliau ﷺ yang menjadi Nabi Terbaik, tetapi umatnya pun mendapatkan kedudukan yang Istimewa juga di sisi Allah. diceritakan dalam kitab Nashaihul ‘Ibad, Nabi Adam AS pernah mengungkapkan bahwa umat Nabi Muhammad ﷺ memperoleh empat kemuliaan yang tidak ia peroleh. Empat kemuliaan itu menjadi bukti betapa Allah memuliakan kita sebagai umat terakhir, sekaligus umat pilihan.
Empat kemuliaan tersebut adalah:
1. Bumi Allah Menjadi Ladang Taubat
Taubatnya Nabi Adam AS hanya diterima di Makkah, sedangkan umatnya Nabi Muhammad ﷺ bertaubat di manapun Allah terima taubatnya.
2. Nikmat Pakaian Sepanjang Masa
Nabi Adam AS berbuat kesalahan dalam keadaan berpakaian, lalu Allah menanggalkan pakaiannya. Sedangkan umatnya Nabi Muhammad ﷺ bermaksiat dalam keadaan tidak berpakaian, namun Allah tetap berikan pakaian.
3. Ikatan Pasangan yang Tak Terpisahkan
Nabi Adam AS ketika berbuat salah langsung dipisahkan dari istrinya. Sedangkan umat Nabi Muhammad ﷺ meski berbuat dosa, Allah tidak memisahkan mereka dari pasangan.
4. Jalan Menuju Surga
Nabi Adam AS berbuat salah di surga, lalu Allah mengeluarkannya ke dunia. Sedangkan umat Nabi Muhammad ﷺ berbuat salah di dunia jika bertaubat dengan sungguh-sungguh, kelak Allah pasti memasukkan mereka ke surga.
Setelah kita menyadari empat kemuliaan di atas, hendaknya kita semakin bersyukur atas menjadi bagian dari umatnya Nabi Muhammad. Dan bentuk syukur yang paling baik bukan hanya dengan ucapan, tetapi dengan menjalankan segala ajaran Rasulullah ﷺ serta menjauhi segala larangannya. Bahkan Allah sendiri menegaskan dalam Al-Qur’an:
وَمَآ ءَاتَىٰكُمُ ٱلرَّسُولُ فَخُذُوهُۥ ۖ وَمَا نَهَىٰكُمْ عَنْهُ فَٱنتَهُوا۟ ۚ
“Apa yang diberikan Rasul kepadamu maka terimalah, dan apa yang dilarangnya bagimu maka tinggalkanlah.” (QS. Al-Hasyr: 7)
Maka, bulan Rabiul Awal adalah saat yang tepat untuk memperbarui syukur kita dengan memperbanyak ketaatan, memperkuat cinta kepada Rasulullah ﷺ, dan berusaha meneladani akhlak beliau dalam kehidupan sehari-hari.
Wallāhu subḥānahu wa ta‘ālā a‘lam
Kolomnis: M.Rifky Handadari
✒️ Madarif Institute
Untuk mendukung dakwah Madarif Institute silahkan berikan infaq terbaik melalui rekening: 7314673349 (BSI) a.n YYS MADARIF INSPIRASI INDONESIA
🎥 Youtube: Madarif Institute
📷 Instagram: @madarifinstitute
🌐 Web: madarifinstitute.org
