«قَالَ ٱلشَّافِعِيُّ رَحِمَهُ ٱللَّهُ: لَوْ عَلِمْتُ أَنَّ شُرْبَ ٱلْمَاءِ ٱلْبَارِدِ يَنْقُصُ مُرُوءَتِي، مَا شَرِبْتُهُ إِلَّا حَارًّا.»
Imam asy-Syāfi‘ī رحمه الله berkata:
“Andai aku tahu bahwa meminum air dingin dapat mengurangi kehormatanku, niscaya aku tidak akan meminumnya kecuali dalam keadaan panas.”
Penjelasan:
Perkataan ini menunjukkan bahwa Imam Asy-Syafi’i sangat berhati-hati dan sangat sensitif terhadap hal-hal yang bisa merusak citra dan kehormatan dirinya, sekalipun itu hal yang secara zahir adalah mubah (boleh) dan sepele seperti minum air dingin.
Muru’ah adalah sifat terpuji yang menjaga kehormatan, keindahan akhlak, dan kewibawaan seorang hamba. Seorang mukmin hendaknya berhati-hati dalam setiap ucapan, perbuatan, bahkan kebiasaannya, agar tidak mencederai kemuliaan dirinya sebagai hamba Allah.
Beliau seolah-olah berkata, “Aku akan rela meninggalkan kenikmatan duniawi yang halal sekalipun (seperti kesegaran air dingin) jika aku tahu kenikmatan itu bisa mengurangi nilai kehormatanku, keseriusanku, atau wibawaku di mata Allah dan manusia.”
📚 Mawā‘iẓ lil Imām asy-Syāfi‘ī
✒️ Madarif Institute
🎥 Youtube: Madarif Institute
📸 Instagram: @madarifinstitute
🌐 Web: madarifinstitute.org
Dukung dakwah dan karya Madarif Institute:
BSI 7314673349 a.n YYS MADARIF INSPIRASI INDONESIA
