Delegasi Indonesia Bergabung dengan Global Sumud Flotilla Menuju Gaza

Jakarta, 3 September 2025

Delegasi kemanusiaan Indonesia kini tengah bergabung dalam Global Sumud Flotilla (GSF), armada sipil internasional terbesar yang berlayar untuk menembus blokade Israel atas Gaza. Ratusan aktivis dari 44 negara ikut serta dalam misi bersejarah ini, termasuk sejumlah relawan dan jurnalis dari Indonesia.

Dari Indonesia, setidaknya 50 relawan berangkat melalui payung Indonesia Global Peace Convoy (IGPC). Di antaranya adalah Ahmad Juwaini (Ketua Dompet Dhuafa), Muhammad Husein Gaza (Aktivis), Fuadbakh (Influencer), dr. Yeni Purnamasari, serta dua jurnalis, Dwi Nardi Rusdi (Kompas TV) dan Rizki Baiquni Pratama (Kumparan). Selain itu, Adara Relief Internasional juga mengirim Maryam Rachmayani dan Latifah Hariawati, Relawan Nusantara mengirim diantaranya Sugeng Jaya Saputra, Wanda Hamidah, Chiki Fawzi dan yang lainnya. Kehadiran mereka menandai kontribusi besar Indonesia, yang disebut menyiapkan hingga delapan kapal untuk mendukung konvoi global ini.

Rombongan Indonesia kini berada di Tunisia, mengikuti pelatihan intensif persiapan pelayaran. Armada utama sendiri berangkat dari Barcelona pada 31 Agustus 2025, armada ini sempat kembali ke pelabuhan akibat cuaca buruk, dan kemarin kembali berlayar menuju Mediterania Timur. Kapal-kapal tambahan dari Italia dan Tunisia akan segera bergabung. Targetnya, flotilla bisa mencapai perairan Gaza pada pertengahan September.

Misi flotilla ini membawa bantuan kemanusiaan berupa pangan, obat-obatan, dan kebutuhan dasar bagi warga Gaza, sekaligus menyerukan dibukanya koridor aman bagi bantuan internasional. Kehadiran tokoh global seperti Greta Thunberg, aktor Liam Cunningham, dan mantan Wali Kota Barcelona Ada Colau turut memperkuat sorotan dunia terhadap misi ini.

Namun, pemerintah Israel merespons keras. Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben-Gvir menyebut para aktivis flotilla sebagai “teroris” dan mendorong agar mereka diperlakukan sebagai ancaman keamanan. Perdana Menteri Benjamin Netanyahu bahkan menyindir aksi ini sebagai “kapal selfie”, menuduhnya hanya sebagai kampanye publisitas.

Meski menghadapi ancaman, semangat solidaritas terus menguat. Para relawan Indonesia menyatakan tekad mereka bukan hanya untuk mengirim bantuan, tetapi juga untuk menunjukkan bahwa dunia tidak tinggal diam terhadap penderitaan Palestina.

Dengan jumlah kapal mencapai lebih dari 60 unit dan 500 aktivis di dalamnya, Global Sumud Flotilla dipandang sebagai upaya internasional paling besar sejauh ini untuk menembus blokade Gaza yang telah berlangsung selama 18 tahun.

✒️ Madarif Institute.
🎥 Youtube: Madarif Institute
📸 Instagram: @madarifinstitute
🌐 Web: madarifinstitute.org

Dukung dakwah dan karya Madarif Institute:

BSI 7314673349 a.n YYS MADARIF INSPIRASI INDONESIA