Dalam kehidupan, sakit adalah ujian yang bisa menimpa siapa saja. Pada masa-masa seperti itu, hati sering kali terasa sempit, pikiran gelisah, dan semangat pun melemah. Di saat inilah kehadiran orang lain menjadi begitu berarti—menghibur, menyemangati, dan menguatkan jiwa. Maka, termasuk di antara indahnya akhlak Islam adalah anjuran untuk menjenguk orang sakit, karena di dalamnya terkandung banyak manfaat; mulai dari mempererat tali silaturahmi, menenangkan hati yang sedang dirundung sakit, hingga meringankan beban kesedihan dan kesempitan yang dirasakan.
Maka tak heran, bila syariat Islam memberikan perhatian khusus terhadap amalan ini. Bahkan, Rasulullah ﷺ menyebutnya sejajar dengan amal-amal mulia lainnya, dan menjanjikan pahala besar bagi siapa saja yang melakukannya.
Beliau ﷺ bersabda:
“Berilah makan orang yang lapar, jenguklah orang yang sakit, dan bebaskanlah tawanan.” (HR. Bukhari)
Dalam riwayat lain, Rasulullah ﷺ bersabda:
“Barang siapa menjenguk orang sakit atau mengunjungi saudaranya karena Allah, maka akan ada penyeru yang memanggil: ‘Engkau telah berbuat baik, langkahmu diberkahi, dan engkau telah menempati tempat di surga.’” (HR. Tirmidzi)
Adab-Adab Menjenguk Orang Sakit
Salah satu adab saat menjenguk orang sakit adalah mengawali kunjungan dengan menebar harapan dan rasa optimis di hatinya. Ucapan yang lembut dan penuh doa mampu menyalakan kembali semangat yang meredup, menenangkan hati yang gundah, dan membuat beban sakit terasa lebih ringan, sebagaimana yang telah Rasulullah ﷺ contohkan. Ketika mengunjungi orang sakit, beliau mengatakan:
لَا بَأْسَ، طَهُورٌ إِنْ شَاءَ اللهُ
Yang artinya : “Tidak mengapa, insyaAllah ini menjadi penyuci dosa.” (HR. Bukhari)
Ungkapan singkat ini menunjukkan bagaimana beliau ﷺ menghibur hati orang sakit dengan menanamkan harapan dan menumbuhkan rasa optimis pada diri orang yang dijenguk.
Adab selanjutnya adalah memilih ucapan yang paling baik dan lembut. Ketika menjenguk orang sakit, seorang Muslim hendaknya menjaga lisannya dengan memilih kata-kata yang paling baik, paling lembut, dan paling indah, karena ucapan yang penuh kelembutan akan menenangkan hati. Hal ini senada dengan perintah Allah SWT dalam Al-Qur’an:
“Berkatalah kepada manusia dengan perkataan yang baik.” (QS. Al-Baqarah: 83)
Ayat ini menjadi dalil bahwa syariat mendorong setiap Muslim untuk berkata dengan cara yang baik, jauh dari segala yang menyakiti. Anjuran ini berlaku umum, baik kepada orang sehat maupun yang sakit. Namun, tidak diragukan lagi bahwa terhadap orang sakit, hal ini lebih berhak untuk diutamakan.
Meski demikian, menjenguk orang sakit bukan berarti harus berlama-lama. Al-Hafizh Ibnu Hajar al-‘Asqalani menjelaskan dalam kitab Fath al-Bari bahwa di antara adab menjenguk adalah tidak berlama-lama duduk sampai membuat orang yang sakit merasa terganggu atau memberatkan keluarganya, kecuali jika ada kebutuhan mendesak seperti pengobatan.
Berikut adalah beberapa adab yang perlu diperhatikan ketika menjenguk orang sakit. Sejatinya masih banyak adab lainnya yang tidak kalah penting, seperti memilih waktu kunjungan yang tepat agar tidak mengganggu istirahat orang yang sakit, menjaga pandangan dan menutupi apa pun yang tidak pantas disebarkan tentang keadaan orang yang sakit, serta menutup kunjungan dengan meninggalkan kesan yang baik di hatinya.
Wallāhu subḥānahu wa ta‘ālā a‘lam
Kolomnis: M. Rifky Handadari
✒️ Madarif Institute
Untuk mensupport dakwah Madarif Institute silahkan berikan infaq terbaik melalui rekening: 7314673349 (BSI) a.n YYS MADARIF INSPIRASI INDONESIA
🎥 Youtube: Madarif Institute
📷 Instagram: @madarifinstitute
🌐 Web: madarifinstitute.org
