Pertanyaan:
Assalāmu‘alaikum warahmatullāhi wabarakātuh.
Apakah basmalah pada surat Al-Fātiḥah termasuk bagian dari surat tersebut atau tidak, Ustadz?
Syukron.
Jawaban:
Syekh Ali Ash-Shabuni dalam Tafsir Ayat Al-Ahkām menjelaskan bahwa ulama terbagi menjadi tiga pendapat mengenai basmalah pada Surat Al-Fatiḥah.
- Pendapat Madzhab As-Syafi’i
Menurut Imam As-Syafi’i, basmalah merupakan bagian dari ayat dalam Surat Al-Fatiḥah, bahkan juga bagian dari setiap surat lain dalam Al-Qur’an kecuali Surat At-Tawbah.
Dalil yang digunakan antara lain hadis Nabi ﷺ dari Abu Hurairah RA:
“Apabila kalian membaca ‘alḥamdu lillāhi rabbil ‘ālamīn’, maka bacalah pula ‘bismillāhir-raḥmānir-raḥīm’.” (HR. ad-Dāruquṭnī).
Hadis lain dari Ibnu ‘Abbas RA menyebutkan bahwa Rasulullah ﷺ memulai shalatnya dengan membaca basmalah (HR. at-Tirmiżī). Begitu juga hadis Anas bin Malik RA yang menyebutkan bahwa ketika Surat Al-Kautsar diturunkan, Rasulullah ﷺ membacanya dimulai dengan basmalah.
Selain itu, secara ma‘qul (logika) juga dapat dipahami bahwa mushaf Al-Qur’an selalu memulai setiap surat dengan basmalah, kecuali Surat At-Tawbah. Hal ini semakin menguatkan bahwa basmalah adalah bagian dari surat.
- Pendapat Madzhab Maliki
Mazhab Maliki berpendapat bahwa basmalah bukanlah ayat dari Surat Al-Fatiḥah, dan juga bukan bagian dari surat-surat lain dalam Al-Qur’an.
Dalil yang mereka gunakan antara lain hadis dari Sayyidah ‘Aisyah RA:
“Rasulullah ﷺ membuka shalat dengan takbir, dan membaca dengan ‘alḥamdu lillāhi rabbil ‘ālamīn’.” (HR. Muslim).
Juga hadis dari Anas bin Mālik RA:
“Aku pernah shalat di belakang Nabi ﷺ, Abu Bakar, Umar, dan Utsman, dan mereka semua memulai bacaan dengan ‘alḥamdu lillāhi rabbil ‘ālamīn’.” (HR Bukhari dan Muslim)
- Pendapat Madzhab Hanafi
Mazhab Ḥanafi berpendapat bahwa basmalah adalah ayat yang sempurna dari Al-Qur’an, namun diturunkan sebagai pemisah antara surat-surat, bukan sebagai bagian dari Surat Al-Fatiḥah maupun surat lainnya kecuali An-Naml.
Dalil mereka, adanya basmalah dalam mushaf menunjukkan bahwa ia termasuk bagian dari Al-Qur’an, namun tidak menunjukkan bahwa ia adalah bagian dari setiap surat. Selain itu, hadis-hadis yang menerangkan bahwa Rasulullah ﷺ tidak membaca basmalah dengan jahr (keras) pada awal Al-Fatiḥah dalam shalat menjadi penguat bahwa basmalah bukanlah bagian dari Surat Al-Fatiḥah.
Dengan demikian, menurut pandangan mazhab Ḥanafi, basmalah memang ayat Al-Qur’an, tetapi fungsinya adalah sebagai pemisah antara surat-surat, bukan sebagai bagian ayat dari surat itu sendiri.
Wallāhu subḥānahu wa ta‘ālā a‘lam
✒️ Madarif Institute
Untuk mensupport dakwah Madarif Institute silahkan berikan infaq terbaik melalui rekening: 7314673349 (BSI) a.n YYS MADARIF INSPIRASI INDONESIA
🎥 Youtube: Madarif Institute
📷 Instagram: @madarifinstitute
🌐 Web: madarifinstitute.org
